Saya Mau Bisnis Online Tapi Nggak Punya Produk, Apa Bisa?

Sangat bisa! Ada sangat banyak potensi yang bisa dikembangkan dari dunia online. Sungguh sangat menguntukan bahwa kondisi di Indonesia saat ini belum sesumpek di luar negeri, khususnya dalam hal persaingan online bisnis. Di Indonesia masih amat sangat banyak bisnis konvensional yang nggak tahu bahkan “ogah” merambah dunia online. Terlalu banyak orang “kolot” yang super konvensional yang merasa bisnis real itu ya punya toko beneran, bukan toko online! Menarik bukan? Anda yang melek internet duluan bisa menjembataninya : gandeng mereka, pinjam produknya untuk difoto lalu anda pajang di internet, entah itu dijual di marketplace atau bahkan toko online milik bisnis anda sendiri. Bukankah dengan demikian Anda adalah pemilik bisnis online tapi sebenarnya nggak punya produk?

Jadi katakanlah :

  • Anda mau berbisnis rental mobil online : anda cari rental mobil di kota anda, anda ajak kersama, minta data lengkapnya, lalu anda buat promosikan secara online, setiap ada order anda yang terima dan seterusnya. Tinggal masalah harga dan tarif serta bagaimana anda mendapat keuntungan, bisa anda atur dengan mereka
  • Anda ingin punya toko online jual produk kosmetik, Anda tinggal cari toko kosmetik besar di kota anda, minta brosurnya, lalu anda jual secara online. Kalau ada yang order, anda tinggal lari ke toko tersebut, beli baranngya kirim ke pembelinya.
  • Anda mau punya usaha catering online, cari catering di kota Anda yang belum go online, dan masih mampu menambah load order, lalu anda pasarkan secara online. Beres!

Dengan demikian Anda nggak butuh produk apa-apa, selain yang namanya usaha dan kerja. Yaitu memasarkannya secara online. Tapi bagaimana cara memasarkannya secara online? Kalau anda memang nggak paham, outsource-kan saja juga ke berbagai jasa internet marketing. Kalau dari sisi biaya dan income masih untung, kenapa nggak?

Bisnis Online Blakblakan Tutup, Kenapa?

Saya sebenarnya sempat mendengar kabar ini jauh hari sebelum benar-benar ditutup pada Februari 2014 ini. Kabar awalnya adalah sistem blakblakan yang ada sekarang (yang ada hingga akhir hayatnya heheheh) sudah tidak akan dipakai lagi. Kemitraan mereka dengan Golden Life sebagai pemilik marketing plan-pun rasanya akan bercerai. Atau dengan kata lain : blakblakan nggak akan main lagi dalam network marketing!

Sebenarnya sudah tampak blakblakan batuk-batuk dalam beberapa saat terakhir, terutama berkaitan dengan ke-error-an mail server dimana email follow up sehabis seseorang join tidak terkirim. Seingat saya, Januari tahun silam kejadiannya, dan berlangsung kalau nggak salah selama 3 bulan. Dari situ, blakblakan tampak males-malesan maju perang. Sudah nggak segalak dulu waktu konsepnya baru dilempar ke pasaran. Kenapa kira-kira?

Seperti yang dijelaskan oleh Rudy Setiawan dalam penjelasan tentang matinya Blakblakan, saya menyimpulkan bahwa Blakblakan mati karena digerus oleh penyakit yang sebenarnya diciptakan sendiri. Rudy menyampaikan bahwa terlalu banyak newbie di dalam data base blakblakan yang akibatnya :

  • Jangankan dapat bonus, buat promosi saja susah. Jangankan belajar SEO, buat email saja setengah mati
  • Kebanyakan ingin dapat duit instant, tapi nggak ngerti harus berbuat apa-apa
  • Banyak juga yang tahunya join blakblakan itu seperti investasi : setor duit, duduk diam, terima bonus, jadi ketika tidak ada bonus keluar, mereka ngamuk-ngamuk
  • Server Blakblakan overload, mau meledak karena kebanyakan member, yang sayangnya cuma segelintir yang ngerti bagaimana merubahnya menjadi uang

Kenapa saya sebut blakblakan digerus oleh penyakit yang ia ciptakan sendiri? Karena Bahasa! Sales letter yang dibuat Rudy Setiawan memang amat mempesona, begitu luar biasa membius. Sayangnya, buat mereka yang nggak paham internet, bahasa seperti itu akan dikunyah mentah-mentah, nggak diolah. Sangking banyaknya karakter orang seperti ini di internet, maka terbentuklah jaringan pesakitan yang menyerang dari dua sisi : dari dalam karena membebankan server dan dari luar sebagai orang yang antipati dan sinis!

Sayang memang, Rudy tidak menyediakan bagian “disclaimer” di websitenya dimana – setidaknya bisa “membebaskannya” dari tudingan para newbie yang telah merasa “tertipu” (oleh bahasa marketing)

Ketidakmerataan Pembangunan Indonesia Menjadi Faktor Penting dalam Bisnis Online

Kalau suatu kali Anda mampir ke JNE pusat di kota-kota besar, pasti anda akan mendapatkan fakta yang menarik : hampir 75% para pengirim adalah pelaku online shop! Rata-rata pengiriman dilakukan untuk daerah luar Pulau Jawa, atau kalaupun masih di Jawa, tapi sudah ke kecamatan pedalaman. Fakta ini sebenarnya mensinyalir bahwa distribusi barang – apapun itu – masih tidak merata. Kota besar masih menjadi pusat. Harga barang di daerah masih amat tinggi, karena sedikitnya stok dan persaingan. Wajar, karena pendistribusiannya pasti butuh biaya yang membuat harga jualnya membengkak. Disinilah bisnis online via online shop menyusup.

Ya, katakanlah Anda tinggal di Balikpapan. Lalu anda ingin membeli tas di pasar konvensional di kota tersebut. Boleh diadu harga jika Anda membelinya dari online shop di Jakarta walau sudah ditambah ongkos kirim sekalipun! Hal inilah yang menyebabkan online shop yang berlokasi di kota besar tumbuh subur karena mereka memiliki keterlimpahan produk. Para pembeli di daerah bahkan tidak sedikit yang bukan mengambil posisi sebagai konsumen, tapi sudah berubah menjadi jalur distribusi baru ke daerahnya sendiri, terutama menjadi penyambung lidah kepada mereka yang belum melek Internet.

Dengannya ada dua hal yang memegang peranan. Pertama, ketidakseimbangan atau ketidakmerataan pembangunan yang menyebabkan distrubusi barang ogah mencapai sudut-sudut Nusantara. Kedua, adalah akselerasi Internet yang mendobrak keterbatasan ruang dan waktu, dimana para penjual terhubung dengan para pembeli dalam satu kesetaraan secara online, walau mereka terpisah secara geografis dan waktu.

Dengan demikian apakah ini hanya akan sekedar trend sesaat? Bisa jadi iya, kalau jalur distribusinya sudah merata kemana-mana, tapi itupun tidak akan berjalan sesaat. Prosesnya amat panjang, karena ini berkaitan dengan faktor pembangunan di Indonesia. Jadi buat anda pelaku bisnis offline yang ingin menjajah dunia bisnis online, masih belum terlambat dan masih banyak yang bisa digerus!

Artikel Sejenis :
Bisnis Online 2014

Peluang Usaha Bisnis Online 2014 : Hati-hati dengan Bisnis Scam

Beberapa peluang usaha online yang tumbuh pada tahun 2013 lalu, rontok karena kekeliruan sistem yang menggerogotinya. IBC yang sempat booming didunia internet marketing, sekarang sudah menjadi salah satu catatan kelam dunia bisnis online. Lalu buat anda yang baru mencari peluang bisnis online tahun 2014 ini, apa yang harus dilakukan agar tidak jatuh ke lembah yang sama, lembah kekeliruan?

Perusahaan dibaliknya
Jika anda ingin menekuni peluang usaha bisnis online di tahun 2014 ini, anda harus jeli dengan melihat perusahaan yang ada dibalik bisnis online tersebut.

  • Perusahaan tersebut harus legal secara hukum
  • memiliki akte pendirian usaha
  • memiliki kantor fisik yang jelas

Sistem Bisnisnya
Sistem bisnis online tersebut TIDAK BOLEH terlalu gampang, atau terlalu menjanjikan

  • yang terlalu gampang biasanya tidak berumur panjang, karena ada titik klimaksnya dimana sistem tidak kuat lagi membayar bonus kepada membernya.
  • kalau terlalu mudah, biasanya tidak sehat, karena pelaku bisnisnya hanya berharap diam-diam saja maka dapat duit. Padahal yang namanya bisnis ya tetap harus ada usaha

Sudah berapa lama eksisnya
Kalau perusahaannya nggak jelas, bonusnya menggiurkan, tapi eksisnya katakanlah sudah lebih dari 3 tahun ya masih mending. Tapi kalau eksisnya saja baru hitungan bulan, anda harus segera was-was. Coba cari bisnis online yang eksistensinya sudah lebih dari 2 tahun dan masih terbukti memberikan hasil. Misalnya cari saja bisnis yang sudah ada sejak tahun 2010 tapi hingga 2014 ini masih eksis dan tegar!

Prinsipnya jelas, anda sedang mencari bisnis. Bukan lotre. Maka carilah bisnis yang tetap mengharuskan anda mengeluarkan tenaga dan usaha. Yang bukan ongkang-ongkang kaki doank bisa dapat uang. Jikalau paradigma anda tentang bisnis online masih secetek itu, maka tahun 2014 ini anda tetap akan jatuh kelubang yang sama.

Bisnis Online di Facebook : Pakai Fanpage atau Akun Profil?

Banyak orang sekarang memanfaatkan facebook untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Dari yang tadinya cuma sekedar chatting, komen sana sini, sekarang Facebook digunakan untuk menggerakkan bisnis online. Ada yang jualan HP, jualan baju, tas hingga jasa. Tapi hati-hati, yang sah dan diperbolehkan oleh pengelola Facebook untuk digunakan berjualan adalah sebuah FANPAGE, bukan account profile biasa.

Fan Page memang dikembangkan oleh Facebook untuk mengakomodasi kepentingan bisnis dan marketing. Fan page ibarat sebuah mimbar interaksi antara seorang IDOLA dengan para fansnya, yang jumlahnya bisa tidak terbatas. Coba bandingkan dengan account facebook yang jumlah temannya mentok pada angka 5.000 saja.

Akun profile facebook – menurut facebook – harus terbangun atas dasar lingkaran pertemanan. Misalnya kesamaan lingkup pekerjaan, sekolah, famili dan sebagainya. Sehingga penggunaan account facebook untuk bisnis dengan cara add orang-orang yang tidak dikenal biasanya akan terkena banned account dari pengelola Facebook. Berbeda dengan Fan page yang nggak peduli siapapun bisa jadi Fans anda.

Jadi jangan deh bisnis online pakai akun profil!

Biaya Marketing untuk Bisnis Online

Banyak orang yang terlalu bermain aman dalam dunia bisnis online. Maunya mencari bisnis tanpa modal atau setidaknya modal kecil. Jika anda seorang internet marketer kakap mungkin bisa saja menekan biaya marketing seminim mungkin, tapi kalau anda seorang pendatang baru, bisa jadi cost yang anda keluarkan tidak mungkin bisa sejajar dengan yang sudah bangkotan! Ya semua butuh proses. Proses belajar dari pengalaman. Hal ini bisa dibantu dengan sesegera mungkin menemukan mentor dan tutorial yang tepat dan efektif.

Namun yang sering jadi masalah adalah memang tentang paradigma. Kalau keluar duit untuk biaya marketing, misalnya saja : pasang iklan, maka mereka sudah males bergerak. Maunya yang gratis. Padahal secara matematis, biaya pasang iklan dibanding dengan hasil yang didapat tetap surplus. Misalnya iklan lewat FB ADS atau Google Adwords. Kita bisa belajar dari para pemilik brand besar macam tokobagus, berniaga dll yang banyak mengalokasikan dana untuk marketing

Facebook Luncurkan Hashtag Untuk Merayu Audiens Remaja

Facebook memang sudah nggak pakai urat malu. Fitur hashtag (#) yang jadi trademarknya Twitter diboyong juga ke beranda mereka, setelah sebelumnya Sosial Media buatan Mark Zuckenberg ini juga mengadopsi fitur mention milik para tweet mania. Kabarnya, hasil survey online menyatakan bahwa kaum remaja lebih senang menggunakan twitter ketimbang Facebook. Mereka yang masih menggunakan Facebook saat ini lebih karena “masih banyak teman yang menggunakannya”, ketimbang enjoy menggunakannya. Apalagi dibanding twitter yang punya fitur #.

Tapi langkah facebook itu patut diacungi jempol. Kalau perusahaan sebesar Facebook saja nggak malu dalam mengadopsi fitur kompetitor, maka kita dalam melakukan bisnis online juga nggak usah isin jika melakukan hal yang sama. Karena belum tentu follower itu nggak bisa jadi yang terdepan.

Namun, dibalik semua itu, tentu saja munculnya fitur hashtag di Facebook akan semakin dieskplorasi oleh para pelaku bisnis online, terutama yang menggunakan facebook marketing.

Kenapa Lebih Banyak Yang Gagal di Bisnis Online Ketimbang yang Berhasil?

Ada eforia yang gegap gempita di dunia online. Orang berbondong-bondong menyerbu segmen internet untuk meraih keuntungan, untuk berbisnis. Lebih-lebih acara tv seringkali menayangkan kisah sukses mereka yang modalnya pas-pasan tapi bisa sukses lewat bisnis online. Tidak mengherankan jika tahun belakangan ini disebut sebagai puncaknya trend bisnis online. Maka dikemukakanlah berbagai kemudahan menjalankan bisnis secara online, dengan membandingkannya pada kegiatan usaha offline. Tapi kenapa kemudian lebih banyak yang gagal ketimbang berhasil mengais rejeki di bisnis online? Khan katanya lebih mudah???

Bisnis Online : Banyak yang Scam

Dunia internet itu ibarat hutan belantara yang mengerikan. Tidak sedikit serigala berbulu domba yang berkeliaran. Mereka menawarkan apel kesuksesan, tapi padahal apel itu mengandung racun yang membinasakan. Repotnya, sangat amat banyak anak kecil (pemula) di hutan belantara internet yang nggak bisa membedakan mana serigala mana domba, mana bisnis online yang beneran mana yang sekedar scam atau penipuan. Dan semakin runyam karena jumlah bisnis scam saat ini jauh lebih banyak dari yang beneran.

Disamping itu, pelaku bisnis internet nggak sedikit yang kurang sabar. Lalu jadi kutu loncat dari bisnis yang satu ke bisnis yang lain. Bisa jadi sebenarnya bisnis yang ia tekuni di awal sudah benar, tapi belum memberikan hasil. Karena nggak sabar, maka ia sudah meminang bisnis lain dan beralih fokus kerja. Akhirnya nggak ada satu bisnispun yang ia jalani bisa mencapai top level. Ini juga satu alasan kegagalan di bisnis online.

Segera Temukan Mentor Bisnis Online Anda

Yang paling dibutuhkan dalam menekuni bisnis online adalah mentor. Mentor yang real, yang benar-benar bisa memandu, bukan mentor yang direpresentasikan dalam bentuk e-book atau video tutorial satu arah. Tapi mentor bisnis yang harus dialogis, bisa dibebani pertanyaan, disanggah dan sejenisnya.

Bisnis Modal Kecil Terbaik : Bisnis Online

Kebanyakan pemula yang ingin berbisnis pasti cuma siap dengan bisnis modal kecil. Nggak berani ambil resiko, takut gagal atau masih cari-cari pengalaman berbisnis. Itulah hal yang biasa diungkapkan. Tapi biasanya modal selalu linear dengan hasil. Katakanlah anda misalnya bisnis jadi reseller pulsa. Cuma modal HP saja, nggak pakai konter. Modalnya murah kan? Tapi apa bisa mendapatkan hasil sebesar kalau anda pakai konter – yang notabene lebih membutuhkan modal?

Menariknya, sebenarnya seluruh BISNIS ONLINE itu tergolong bisnis modal kecil. Banyak hal yang di dalam bisnis konvensional dipangkas : biaya sewa toko, biaya karyawan, biaya promosi dll. Dengan modal ratusan ribu anda sudah bisa membangun bisnis online. Hasilnya? Banyak orang yang bisa menyulap modal ratusan ribu menjadi jutaan dalam sebulan. Kok sebegitu mudah?

Dikatakan mudah, tidak juga. Tapi memang sistem online jauh lebih mudah dibandingkan usaha offline. Banyak juga yang gagal di bisnis online, tapi semua kembali ke motivasi anda dalam berbisnis. Jika anda tidak main-main, ya hasilnya juga akan sangat bukan main!

Bisnis Online Murah Modal Kecil

Ketika anda memutuskan menekuni sebuah bisnis online, anda akan dihadapkan pada pilihan : yang gratis atau yang tetap pakai modal tapi tergolong bisnis online murah? Ada banyak sih bisnis online yang gratis, tapi ibaratnya anda sedang menekuni bisnis uang receh. Paling puluhan sampai ratusan ribu perbulan yang bisa anda dapat. Tapi kalau anda ingin menaikkan level gaya hidup anda, anda sebaiknya tetap harus menilik bisnis online yang tetap pakai modal, walau modalnya tergolong murah. Misalnya?

Bisnis yang diperkenalkan ini modalnya relatif murah. Bisa distart dari kisaran 500 ribuan. Murah? Ya karena sebenarnya dengan sejumlah uang itu, anda akan mendapatkan banyak hal : mulai dari beberapa produk hingga pelatihan internet marketing secara kontinu oleh orang yang sudah ahli di bidang tersebut. Dibilang murah karena angka 500 ribu tersebut bisa balik modal dalam waktu yang relatif cepat juga. Banyak orang yang menekuni bisnis ini sudah mencapai 1-2 juta pendapatannya .. per MINGGU! Bahkan nggak sedikit juga yang sudah di atas 10 juta perbulannya.

Tapi, memang yang harus anda persiapkan selain modal adalah : kemauan belajar. Seluruh materi cara menjalankannya sudah digelar, tinggal anda yang memutuskan apakah ingin serius mendapatkan penghasilan dari bisnis ini. Jika anda sekedar main-main, saya sarankan nggak perlu ikut. Tapi jika anda jalankan dengan nggak main-main, penghasilan anda akan bukan main!